Agustus 31, 2018

Canda Menurut Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Kriteria Dan Tujuan



Pada dasarnya, bercanda hukumnya mubah (boleh), selama materi candaan itu bersih dari semua yang terlarang atau diharamkan dalam agama, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bercanda.
Canda Menurut Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Kriteria Dan Tujuan


CANDA MENURUT SUNNAH RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM KRITERIA DAN TUJUANNYA
[Diangkat dari majalah al-Ishlah, edisi 07, dengan judul al-Mizâh fi Sunnah, karya Abdul Majid]

IKHLAS



IKHLAS
IKHLAS


1.Pengertian Ikhlas

Oleh

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam telah bersabda,”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.

Agustus 29, 2018

Etika Tidur Dan Bangun Tidur Sesuai Sunnah

Berikut 12 Etika Seorang Muslim Saat Tidur Dan Bangun Tidur : 1. Muhasabah 2. Tidurlah seawal mungkin, jangan larut malam 3. Berwudhulah sebelum tidur dan berbaring miring ke sebelah kanan 4. Kibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring 5. Berbaringlah dengan miring kanan 6. Jangan tidur di atas dak terbuka 8. Membaca Ayat-Ayat Al-Qur'an  9. Baca do’a-do’a dan dzikir  10. Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan 11. Bila bermimpi baik 12. Ketika bangun tidur hendaknya ucapkan,  اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ    “Alhamdu lillahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaa tanaa wa ilahin nusyuur”    Artinya:  "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya, dan kepada-Nya lah kami dikembalikan.
Etika Tidur Dan Bangun Tidur Sesuai Sunnah
Etika Tidur Dan Bangun Tidur Sesuai Sunnah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah menjelaskan, siapa saja yang menghendaki kebahagiaan, hendaklah ia menempuh jalan hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dan meneladaninya.

Cara Berjalan Ala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Cara Berjalan Ala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam





Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah suri teladan terbaik dalam semua aspek kehidupan, bahkan sampai keseharian beliau adalah akhlak dan cara hidup yang mulia, penuh dengan keberkahan. Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS. Al-Ahzab: 21).

Cara Makan Ala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Cara Makan Ala Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam


“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu makan dengan menggunakan tiga jari dan menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR Muslim No 2032 dan lainnya)

Etika Safar (Berpergian Jauh)

Etika Safar (Berpergian Jauh)


 Diantara kita tentu pernah melakukan perjalanan (safar); baik itu perjalanan untuk menuntut ilmu, berziarah kepada famili atau sekedar berekreasi. Untuk itu, kita semestinya memperhatikan adab bersafar, sehingga sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut kami ketengahkan perihal adab bersafar, yang kami angkat berdasarkan maraji Bahjatun Nazhirin Syarhu Riyadhis Shalihin, Daar Ibnul Jauzi KSA, Cet. VI, Tahun 1422H.
Etika Safar (Berpergian Jauh)

     Diantara kita tentu pernah melakukan perjalanan (safar); baik itu perjalanan untuk menuntut ilmu, berziarah kepada famili atau sekedar berekreasi. Untuk itu, kita semestinya memperhatikan adab bersafar, sehingga sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut kami ketengahkan perihal adab bersafar, yang kami angkat berdasarkan maraji Bahjatun Nazhirin Syarhu Riyadhis Shalihin, Daar Ibnul Jauzi KSA, Cet. VI, Tahun 1422H.

Agustus 26, 2018

Sikap Seorang Muslim Kepada Tamu

Sikap yang harus dilakukan seorang muslim terhadap tamu



sikap seorang muslim kepada tamu
Sikap Seorang Muslim Kepada Tamu


Anda Akan Mendapatkan Anugerah yang Melimpah
    Ada orang yang bertamu kerumah Anda. Kedatangan tamu adalah suatu kemuliaan dari Allah untuk membukakan jalan kebaikan bagi Anda. Anda jangan berkata, "Apa yang akan saya dapatkan dari kedatangan tamu? dan kebaikan apa yang akan kembali kepada saya dari memulikan tamu?"