Juli 08, 2018

Shalat

Shalat



  

        

  Shalat ialah berhadapan hati kepada Allah sebagai ibadah, dengan penuh kekhusukan dan keikhlasan di dalam beberapa perkataan dan perbuatan, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah di tentukan syara'.




1. Dalil Yang Mewajibkan Shalat
    Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Al-Qur'an maupun dalam hadist Nabi Muhammad SAW.

Dalil ayat-ayat Al-Qur'an yang mewajibkan shalat anata lain:

"Wa aqiimush-shalaata wa aatuz-zakaata warka'uu ma'ar-raaki'iin."
Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat,dan rukuklah beserta orang yang rukuk. (QS.Al-Baqarah/2:43)


"Wa aqimish-shalaata innash-shalaata tanhaa 'anil-fahsyaa'i wal-munkar"
"Dan laksanakanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan)keji dan mungkar" (QS.Al-Ankabuut/29:45).

    Perintah shalat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa anak-anak dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil,sebagaimana tersebut dalam hadist Muhammad SAW. sebagai berikut:

"Muruu aulaadakum bish-shalaati wa hum abnaa'u sab'i siniin,wadhribuuhum 'alaiha wa hum abnaa'u 'asyri siniin.

"Perintahlah anakk-anak mengerjakan shalat di waktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah (kalau enggan melakukan shalat) di waktu mereka meningkat usia sepuluh tahun." (HR.Abu Dawud)

2. Syarat-syarat Wajib Shalat
a. Beragama Islam
b. Sudah baligh
c. Suci dari haid dan nifas
d. Telah mendengarkan ajakan dakwa Islam

3. Syarat-syarat Sah Shalat
a. Suci dari dua Hadast (kecil da besar).
b. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat dari najis.
c. Menutup aurat.
    bagi laki-laki auratnya antara pusat dan lutut sedangkan wanita seluruh anggota
    badannya kecuali muka dan telapak tangan.
d. Masuk waktu yang telah ditentukan masing-masing shalat.
e. Menghadap kiblat
f.  Mengetahui mana yang fardhu dan mana yang sunah.
g. Menjauhu perkara-perkara yang membatalkan shalat.

4. Rukun Shalat
a. Niat
b. Takbiratul ihram
c. Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardhu. Boleh sambil duduk atau
    berbaring bagi yang sedang sakit.
d. Membaca surah Al-Fatiha pada tiap-tiap rakaat. 
e. Rukuk, dengan tumakninah.
f.  I'tidal dengan tumakninah.
g. Sujud dua kali dengan tumakninah.
h. Duduk di antara dua sujud dengan tumakninah.  
i.  Duduk tasyahud akhir dengan tumakninah.
j.  Membaca tasyahud akhir.
k. Membaca sholatat kepada Nabi Muhammad SAW. ketika tasyahud akhir.
l.  Membaca salam pertama
m.Tertib. berurutan mengerjakan rukun-rukun tersebut.

5. Yang Membatalkan Shalat

    Shalat itu batal (tidak sah) apabila salah satu syarat rukunnya tidak dilaksanakan atau ditinggalkan dengan sengaja.
Dan shalat itu batal dengan hal-hal yang seperti tersebut dibawah ini :

a. berhadats
b. terkena najis yang tidak dimaafkan
c. berkata-kata (berbicara) dengan sengaja walaupun dengan satu huruf yang memberikan      pengertian
d. terbukanya aurat
e. mengubah niat, misalnya ingin memutuskan shalat
f.  makan atau minum meskipun sedikit
g. bergerak gerakan yang bukan gerakan shalat sebanyak tiga kali
h. membelakangi kiblat
i.  menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti rukuk dan sujud
k.  tertawa terbahak-bahak
l.  mendahului imamnya dua rukun fi'il dan tertinggal dua rukun fi'il tanpa uzur
m.murtad, artinya keluar dari agama islam 


0 komentar:

Posting Komentar