Agustus 04, 2018

Mempersiapkan Masa Akil Baligh Pemuda

Mempersiapkan Masa Akil Baligh Pemuda



“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisa : 9).


Ayat ini menunjukkan bahwa kita dilarang meninggalkan generasi lemah!!


Islam menaruh perhatian besar tentang mempersiapkan pemuda

Rasulullah SAW bersabda, “Diangkatkan pena (tidak dibebani hukum) atas tiga (kelompok manusia), yaitu anak-anak hingga baligh, orang tidur hingga bangun, dan orang gila hingga sembuh.” (HR Abu Dawud).

Kapan kita mulai mendidik pemuda?

Sebagian orang tua memulainya saat:
  • Anak-anak menjelang akan baligh 
  • Anak-anak sudah masuk usia baligh 
  • Sudah muncul permasalahan yang khas seputar pemuda usia baligh
Bahkan ketika mulai menyesali hasil pendidikan setelah anak-anak berusia dewasa
Mempersiapkan pemuda yang mencapai akil di saat ia mencapai baligh itu membutuhkan proses. Bahkan proses seharusnya dimulai ketika mereka terlahir ke dunia.

Mari bergerak dari titik akhir

Apa yang perlu dicapai saat anak-anak sudah baligh?
Saat anak mencapai baligh anak diharapkan mencapai akil yaitu dapat membedakan baik dan buruk, benar dan salah, mengetahui kewajiban, memahami apa yang dibolehkan dan yang dilarang, serta mampu membedakan hal yang bermanfaat dengan hal yang tidak bermanfaat apalagi yang merusak. Tidak semua anak baligh saat ini mencapai akil.
Harapan kita ketika anak akil baligh, anak telah:
  1. Mengetahui tujuan hidupnya
  2. Rampung mengetahui garis besar hukum-hukum Allah
  3. Siap melaksanakan perintah dan larangan Allah
Tidak ada istilah remaja dalam pendidikan Islam. Mari kita pangkas fasa remaja anak!! fasa yang memberi ruang untuk labil dan melakukan kesalahan. Mari kita didik anak menjadi syabab/pemuda!!! dan memperlakukan mereka sebagai pemuda ketika masa baligh telah tiba.

Proyek besar ini kita mulai dari rumah. Menanam benih unggul di lahan yang unggul kemudian secara istiqomah menyiram tanaman keimanan, agar tumbuh kokoh dan menjulang tinggi dan pada akhirnya akan berbuah kemanfaatan.


Beberapa upaya yang dapat kita lakukan agar anak-anak siap memikul beban taklif saat ia baligh kelak, diantaranya:

  1. Tanamkan fondasi keimanan dan ketakwaan sejak dini sehingga di usia baligh mereka telah siap melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah.
  2. Hidupkan keteladan Rasulullah SAW, para nabi, sahabat dan biografi orang-orang shalih dalam keseharian mereka sehingga membantu mematangkan proses berfikir agar saat baligh ia juga mencapai akil serts memiliki konsep diri yanh baik sebagai seoranv Muslim.
  3. Berusaha menjaga pandangan dan pendengaran mereka dari sesuatu yang merusak fikroh mereka termasuk hal-hal yang dapat membangkitkan syahwat mereka.
  4. Mendukung program pendidikan anak yang mengantarkan mereka memahami agama dan siap menjalankan hukum Allah di usia baligh termasuk fiqh yang berkaitan dengan munculnya tanda baligh.
  5. Berusaha untuk menjaga mereka dari segala sesuatu yang merusak fitrah jiwa agar anak memiliki konsep diri seorang muslim yang kuat
  6. Menghembuskan berbagai visi, misi dan mimpi dengan memperlihatkan kondisi ummat ini, agar ia memiliki cita-cita besar dalam hidup sehingga selalu menyibukkan diri dalam hal positif.
  7. Menjadi tempat yang nyaman bagi ananda untuk bercerita dan berbagi rasa agar kita terus dapat membantu mereka menyaring mana yang baik dan mana yang buruk.
  8. Memperkaya pengalaman masa kecil mereka dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, serta minimalisir kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat agar mereka menemukan kesibukan diri yang produktif sehingga tidak lagi memiliki ketertarikan pada hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi bermaksiat kepada Allah.
  9. Berusaha membantu mereka untuk mengenali potensi mereka,dan memberi kesempatan untuk mengembangkannya agar mereka bersemangat mempersiapkan masa depan mereka lebih awal.
  10. Mendukung dan memfasilitasi agar anak dapat menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan produktif agar energi mereka senantiasa terkuras pada hal-hal besar yang mereka siapkan untuk mengabdi pada ummat ini.
  11. Mendukung program pendidikan yang mempersiapkan mereka menjadi istri/suami dan orang tua
  12. Mendukung dan mengarahkan agar mereka memiliki kemandirian finansial sejak muda sehingga saat syahwat bergejolak dan tak mampu tertahan lagi dengan memperbanyak shaum, maka mereka telah siap mengucap ijab qabul dan membangun rumah tangga.